Rabu, 16 Juni 2010

Bismillaah

Kubuka lembaran baru ini dengan filosofi (menurut filosofiku)dari sebuah surat dari Al Quran yaitu Al Hadid .  ( Ya Allah jangan jadikan aku termasuk orang orang yang menyia-nyiakan waktu ku.)

“Al Hadid adalah salah satu surat dalam Al Qur’an yang artinya Besi. Mengapa harus ada istilah tersebut dalam Al Qur’an. Jika melihat selintas, istilah tersebut memang tidak memiliki arti."

Mari kita amati lebih dalam. Kita mencoba mengamati bagaimana besi tersebut di proses oleh pandai besi. Batangan besi sangat sulit untuk dibentuk, karena sangat keras. Untuk membentuknya diperlukan proses pemanasan yang sangat tinggi. Lihatlah sang pandai besi, ketika batangan besi tersebut dimasukkan ke dalam tungku api dan telah menjadi merah membara, dengan piawainya sang pandai besi menempa besi tersebut.Hanya sepersekian menit yang dapat diperolehnya. Ketika dianggap sudah tak membara, besi kembali dimasukkan ke dalam tungku. Ketika sudah menjadi bara. diambil lagi, ditempa lagi.. Demikian terus menerus dan berulang-ulang..Diperlukan ketelitian, kekuatan, kecepatan dan kesabaran yang sangat tinggi. Apa yang terjadi tatkala besi yang sudah membara tersebut tidak segera ditempa? Sekian menit besi harus dipanaskan kembali.."

"Suatu bentuk perumpamaan kehidupan yang sangat indah.Ketika besi telah membara karena dipanaskan, itulah waktu yang sebenarnya tersedia dalam proses kehidupan kita. Jika kita lengah, malas, tidak menyegerakan, maka kesempatan yang tersedia tidak dapat dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Jika kita cepat bertindak, cepat berpikir, dan cepat bertindak kembali, maka satu tujuan akan sudah kita gapai. Siapkah kita menempa dan berkreasi tatkala besi tersebut masih membara ? Siagalah pintu kesempatan yang kita peroleh hanya sedikit. Jika kita sudah menguasai hal tersebut, maka waktu yang diperlukan akan menjadi lebih singkat. Wallahu A’lam.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar